Doa yang terjawab

June 26, 2008 No Comments

Saat terjadi gempa di pulau Nias, Sumatra Utara tahun 2005 silam, hatiku begitu getir mendengar kehidupan masyakat Nias yang berada di bawah garis kemiskinan. Sudah miskin, terkena bencana pula. Bak jatuh tertimpa tangga pula. Saat itu aku hanya berdoa, ” Tuhan, aku ini lulusan Sarjana Ekonomi. Apa yang bisa aku lakukan untuk mereka?” Aku bergumul sendiri. Terlintas kerinduan untuk membangun industri rumah tangga untuk meningkatkan perekonomian rakyat kecil, tapi sepertinya semua itu hanya sebatas angan-angan belaka.

Namun entah mengapa kerinduan itu bertahan selama sepanjang tahun 2005. Aku coba sharing kerinduanku ini pada GI Riand Y. Aku bertanya,” apakah semua ini terlalu muluk?” Saya ingat pak Riand menjawab, ” Tuhan tidak memberikan sembarangan kerinduan dalam hati seseorang. Jika Tuhan berikan itu dalam hati kamu, mungkin sekali, kamu memang terpanggil untuk itu. Sekarang coba pikirkan, langkah apa yang harus kamu ambil supaya bisa melangkah, minimal untuk mempersiapkan diri.” Aku jawab,’ aku ini hanya punya feeling seorang karyawan, belum punya naluri seorang pebisnis” ” ya sudah, baca buku, atau apapun, cobalah latih itu.”

Namun kesibukan menjebak aku dalam banyak hal. Tidak ada satupun langkah yang aku ambil. Satu-satunya yang aku lakukan hanya berdoa. Aku berdoa juga untuk meminta rekan sekerja, karena aku tahu hal ini berat, dan aku tidak bisa melakukannya sendiri.

Tampaknya tidak ada perkembangan apapun. Seiring waktu aku mulai lupa dengan kerinduan itu dan dengan doaku sendiri. Sampai pada awal tahun 2008, seorang rekan pelayanan share kepada saya mengenai Cross Project. Aku tertegun, teringat pada doa dan kerinduanku dimasa lampau. Aku bahkan tidak pernah mensharingkan hal ini kepadanya, tetapi, mengapa kami memiliki kerinduan yang sama? Tapi tentu bedanya, project ini lebih simple dengan lokasi yang bisa dijangkau. Aku minta waktu untuk menggumulkannya.

Jujur saja, aku tidak yakin untuk bergabung, dengan pertimbangan waktu. Tapi rekanku mengatakan, dia tidak meminta apa yang tidak aku punya. Tapi coba berpikirlah, apa yang bisa aku berikan. Lalu aku termenung. Akhirnya aku sadar, aku punya pengalaman dan skill dalam Finance, karena sudah 1 tahun aku bekerja dibidang finance, setelah 2.5 tahun bekerja sebagai accounting. Ya.. aku bisa membuat laporan keuangan sekaligus mengurusi keuangannya. Hei, ternyata aku memiliki apa yang bisa aku berikan. Tapi.. masalah waktu dan keegoisan aku membuat aku ragu.

Saat aku mendoakan hal ini, sepertinya Tuhan bicara dalam hatiku. ” Dulu kamu yang minta pada-Ku tentang hal ini. Lalu sekarang kamu mau menolaknya? Jadi kamu maunya apa?” Duh, iya yach! Lucu sekali jika aku menolak apa yang sudah Tuhan berikan sebagai jawaban doaku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk melangkah bergabung dalam Cross Project ini.

Aku tahu, masih ada keraguan dan kekhawatiran dalam hatiku tentang management waktuku. Dan aku hanya bisa melangkah dengan iman kepada Tuhan. bahwa ini adalah project Tuhan, Dia yang telah memulai, Tuhan juga yang akan memimpin dan menyediakan segala sesuatunya. Dan aku, aku hanya mempercayakan diriku dalam pinpinan-Nya untuk bergabung dalam renaca-Nya yang jauh lebih besar dan kompleks daripada apa yang aku pikirkan. ya.. aku hanya bisa berjalan dengan iman.

Tags: Testimonial

Leave a Reply

(required)

(required)


Laporan Keuangan 2010

Yang terkasih rekan-rekan di dalam Kristus, Tidak terasa satu tahun lagi sudah berlalu dan kami bersyukur kepada Tuhan Yesus...

Kerjasama CPM dengan LilinKecil.com

Per January 2011, LilinKecil.com bekerjasama dengan Cross Project Ministry untuk memberikan Souvenir kepada setiap pembeli buku di webstore LilinKecil.com...

Persekutuan Anak Gideon

Puji TUHAN! Pada Natal tahun ini Ibu-ibu di Sungai Tiram boleh mendapatkan Project pembuatan gantungan kunci Flannel untuk Persekutuan...