Pengembangan produk baru CPM – CLAY

November 19, 2009 No Comments

Berawal dari pemikiran dari rekan kami, tentang perlunya CPM untuk mengembangkan produk baru. Ya.. tidak dapat dipungkiri, kalau CPM ingin tetap exist, kami perlu memikirkan pengembangan produk baru. karena organisasi yang sama yang telah membeli produk kami untuk souvenir Natal mereka tahun 2008, belum tentu akan memesan produk yang sama untuk natal tahun 2009. Kami setuju untuk mulai memikirkan produk baru. Produk baru ini juga diperlukan agar kami dapat mengembangkan pasar ke souvenir pernikahan. Maka kami mulai mencoba menjajaki produksi produk baru, ada kipas, tas daur ulang, gantungan mote dengan bentuk anggur, bross, dsb. Dan yang terakhir tertunda lama adalah Clay.

Terinspirasi dari home industri yang dikerjakan oleh teman saya di Cirebon, kami mulai menjajaki untuk produksi clay. Dengan antusias saya membeli buku tentang clay dan juga bahan-bahan yang diperlukan . tetapi pada kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Masalah utama adalah menemukan komposisi adonan yang tepat. Dibutuhkan berkali-kali percobaan dan juga terus bertanya kepada orang yang pernah membuat clay sampai akhirnya kami dapat mulai berproduksi

Penelitian dan pengembangan produk clay ini sempat terhenti selama beberapa bulan. Kendala utamanya adalah waktu. Ya, segudang aktivitas dan pekerjaan telah menyita waktu dan pikiran saya. Sampai pada bulan Oktober kemarin, setelah kami sepakat untuk kembali bangkit dan mengejar untuk proyek Natal, saya mulai kembali melakukan uji coba. Saya berhasil membuat beberapa bentuk gantungan kulkas magnet, walaupun masih dengan komposisi adonan yang belum sempurna.

Memasuki bulan November 2009, jadwal saya menjadi semakin padat semenjak menerima untuk menjadi ketua panitia youth christmas di gereja saya. Meskipun sayalah ketua panitia Natal, tetapi saya tidak bisa memutuskan semua sendiri. Berkali-kali kami juga menghadapi kegentaran. Di mulai dari isu,bahwa tidak akan ada budget untuk souvenir untuk natal tahun ini. Saya tersentak kaget juga mendengar berita ini. Sepertinya kesempatan kami untuk mendapatkan order dari natal ini begitu kecil, nyaris tak mungkin. Tapi saya tetap mengajukan budget untuk souvenir.

Lalu panitia bagian souvenir sebenarnya sudah punya beberapa pilihan. Ketika mereka menjelaskannya di rapat, akhirnya saya memberanikan diri untuk memperkenalkan CPM. Puji Tuhan tanggapan mereka positif. Bahkan pendeta kami sangat mendukung kegiatan CPM. Namun tetap yang menjadi kendala adalah, ibu-ibu di sungai tiram sama sekali belum di training untuk membuat clay ini. Bagaimana saya harus memberikan kepastian kepada panitia Natal, jika kondisinya seperti ini? Dapatkah saya menjamin bahwa ibu-ibu bisa membuat clay ini? Dan apakah mereka sanggup untuk membuat 1000pcs dalam waktu 1 bulan? Tanpa berpikir panjang, saya memutuskan untuk melakukan training pada hari sabtu berikutnya. Beberapa hari sebelum training, saya sendiri terus mencari informasi dan melakukan uji coba terus.

Pada tanggal 7 november 2009, kami mengadakan training pembuatan Souvenir dari clay kepada ibu-ibu di sungai tiram. Puji Tuhan kami dapat melihat bahwa mereka sangat antusias.

Pada tanggal 10 november 2009, saya kembali dihubungi oleh kordinator bagian souvenir. Dia meminta kepastian dari saya apakah ibu-ibu di sungai tiram sanggup untuk membuat souvenir ini. Sebab jikalau tidak bisa, maka mereka akan mencari souvenir lain. Saya meminta waktu seminggu lagi untuk memberikan kepastian.

Sabtu, 14 November 2009. Kami mulai memberikan bahan-bahan untuk produksi clay. Jujur kami sendiri tidak tahu berapa biaya per piece. Tapi kami berjalan dengan iman. Kami mulai melakukan produksi walaupun sama sekali belum ada kepastian apakah panitia natal ini akan memakai produk kami. Bahkan kepastian budget dari panitia natal umum belum ada. Jujur kami juga tidak tahu kecepatan ibu-ibu tersebut dalam membuat clay ini. Kami khawatir bagaimana jika mereka tidak sanggup menyelesaikan 1000 pcs dalam waktu 1 bulan ini?

Puji Tuhan, kami mendapatkan kabar dari ibu-ibu di Sungai Tiram, bahwa dalam waktu 3 hari, mereka sudah memproduksi 87 pcs. Ini berarti dalam seminggu mereka bisa memproduksi 200 pcs. Dengan data ini, saya memberikan kepastian kepada teman-teman di kepanitiaan Natal, bahwa kami sanggup. Puji Tuhan, mereka juga setuju, walaupun sama sekali belum melihat souvenir buatan ibu-ibu Sungai Tiram.

Pagi ini, 19 November 2009. Saya cukup dikejutkan dengan berita bahwa hasil keputusan panitia Natal bahwa budget untuk souvenir dipangkas menjadi 750. Saya mengira bahwa dana yang disetujui untuk souvenir hanya Rp. 750.000 untuk 1000 pieces. Kami tidak mungkin menjual dengan harga Rp. 750 per piece. Tapi disisi lain, ibu-ibu juga sudah menjalankan produksi. Ditengah kepanikan saya, kami mendapatkan konfirmasi bahwa yang dimaksudkan oleh panitia Natal umum bahwa budget souvenir yang disetujui adalah untuk 750 piece . Hahahah.. lega banget! Well, mungkin ini juga yang terbaik untuk kami. Sesuai dengan kesanggupan ibu-ibu juga.

Kami berjalan dengan iman untuk dapat memproduksi souvenir clay ini. Kami bersyukur untuk setiap penyertaan Tuhan dan jalan yang dibukakan. Kami semakin sadar, bahwa CPM ini bukanlah sekedar pelayanan kami, tetapi ini juga adalah kehendak Tuhan. Kami yang lemah, dikuatkan. Ketika jalan seolah tertutup, ternyata di bukakan oleh Tuhan. Ketika kami harus melakukan produksi walaupun segalanya belum jelas, kami tahu itu adalah langkah iman. Dan Tuhan pun menyertai dan memberkati pelayanan ini. Melalui semua ini, iman kami pun bertumbuh. Ini adalah sebuah perjalanan iman bersama dengan Tuhan.

Pelayanan ini dimulai dari doa dan juga bertahan karena doa. Saat kami berusaha mengembangkan produkpun, kami tahu ini juga karena ditopang oleh doa. Tuhanlah yang ada dibalik semua ini. Dan kami hanyalah alat-Nya. Biarlah segala kemuliaan hanya Bagi-Nya. Dan tolong terus dukunglah kami dalam doa.

Tags: , , , , , , , , , , Activity Photo, Bahasa, Cross Project, Gallery, Language, Testimonial

Leave a Reply

(required)

(required)


Laporan Keuangan 2010

Yang terkasih rekan-rekan di dalam Kristus, Tidak terasa satu tahun lagi sudah berlalu dan kami bersyukur kepada Tuhan Yesus...

Kerjasama CPM dengan LilinKecil.com

Per January 2011, LilinKecil.com bekerjasama dengan Cross Project Ministry untuk memberikan Souvenir kepada setiap pembeli buku di webstore LilinKecil.com...

Persekutuan Anak Gideon

Puji TUHAN! Pada Natal tahun ini Ibu-ibu di Sungai Tiram boleh mendapatkan Project pembuatan gantungan kunci Flannel untuk Persekutuan...